Minggu, 30 Januari 2011
Merantau - Mengajar PAUD Bahagia
Jumat, 27 Agustus 2010
Sedikit Ringkasan tentang Singapura-Malaysia Terkait Livable City
Studi banding yang dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini memilih Singapura dan Malaysia sebagai Negara yang dijadikan best practice untuk livable cities. Kemajuan teknologi dan infrastruktur yang dimiliki dua kota tersebut menjadi nilai lebih yang perlu ditinjau dan dirasakan langsung untuk mengetahui benar konsep nyaman di kedua negara tersebut yang memiliki kemiripan kultur dan teritori dengan Indonesia.
Singapura merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di bagian ujung selatan Semenanjung Malaya. Perkembangan dalam pembangunan di segala aspek dalam kurun waktu beberapa dekade ini telah mengubah Negara Singapura menjadi salah satu negara yang memiliki perekonomian dan perdagangan yang terbaik di dunia. Sementara Malaysia adalah negara multi-etnis dan multi-agama di Asia Tenggara dan termasuk sebagai negara berkembang yang memiliki kondisi perekonomian cukup baik.
Best Practise yang diambil dari kedua Negara tersebut ditunjukkan adanya konsep livable city yang telah diterapkan di beberapa tempat yang telah dikunjungi di Singapura yaitu Changi Point (Ubin), Harbour Front/Vivo City, Sentosa Island, Hotel 81 Dickson, Esplanade, Merlion Park, Orchad Road, Bugis Street, Mustofa (Little India), URA (Urban Redevelopment Authority), PUB, China Town, Clarke Quay, dan Kampong Glam serta tempat tempat yang dikunjungi di Malaysia yaitu Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Twin Tower-Suria KLCC, Hotel Nova, Bukit Bintang, Putrajaya, Istana Kerajaan, Monumen Nasional, dan Dataran Merdeka. Dari tempat-tempat tersebut bisa diambil best practise penerapan konsep livable cities antara lain bahwa kedua negara tersebut sangat memfasilitasi para kaum difable untuk bisa beraktivitas dimanapun dilihat dari prasarana jalannya yang menyediakan jalur khusus bagi kaum difable. Sarana transportasi seperti MRT dan bis yang saling terintegrasipun sangat mendukung aktivitas masyarakatnya sehingga mereka tidak enggan untuk memakai sarana transportasi publik. Selain tersedianya berbagai kebutuhan dasar masyarakat perkotaan dan sarana prasarana kota yang lengkap, keberadaan ruang terbuka juga sangat mendukung aktivitas warganya untuk saling bersosialisasi dan berinteraksi. Penataan kotanya juga sangat memperhitungkan letak tata hijaunya dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sebagai sarana rekreasi sehingga memberi kenyamanan bagi warga kotanya maupun bagi wisatawan yang berkunjung.
Jika dibandingkan dengan kota-kota di Indonesia seperti Jakarta dan Semarang, secara umum masih terbilang kalah jauh dibandingkan dengan penerapan konsep livable cities di Singapura dan Malaysia ditinjau dari penyediaan kebutuhan dasar masyarakat perkotaan, fasilitas umum dan fasilitas sosial, ruang publik untuk bersosialisasi, tercapainya fungsi ekonomi dan sosial, kualitas penataan kota, perlindungan bangunan bersejarah, kondisi Transportasi yang baik dan aksesibel, kualitas kebersihan lingkungan, ketersediaan fasilitas rekreasi, serta ketersediaan informasi dan aksesibilitas bagi kaum difabel. Dari beberapa aspek yang telah dipelajari tersebut dapat diketahui bahwa masih perlu peningkatan dan pengoptimalan penyediaan sarana prasarana perkotaan termasuk peningkatan pelayanan transportasi publik, pengaturan RTH dan pemanfaatan kawasan sesuai fungsinya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sebuah kota dalam tindakan solving global warming dan keberhasilan penerapan konsep livable city di Indonesia.
Dengan adanya best practice untuk livable cities di Singapura dan Malaysia, maka maka layaklah bila Indonesia khususnya Kota Semarang untuk berkaca tentang penerapan konsep livable city pada dua negara tersebut. Terwujudnya Indonesia khususnya Kota Jakarta dan Semarang yang memberikan kenyamanan bagi penduduk kotanya tidak lepas dari kerjasama semua pihak dan stakeholders terkait perencanaan kota untuk mendukung keberlajutan kota.
Pemerintah
Perlunya perhatian lebih lanjut dari pemerintah tentang penyediaan sarana prasarana perkotaan yang memberikan kenyamanan bai masyarakat penggunanya. Selain itu perlu juga peningkatan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat perkotaan seperti hunian yang layak, pasokan listrik dan air bersih yang optimal dalam penyediaan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Terlebih dalam penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti transportasi publik. Kondisi yang ada saat ini di banyak kota besar di Indonesia, keberadaan sarana transportasi publik seperti Buss Trans Jakarta dan BRT Semarang masih kurang diminati oleh masyarakat yang masih lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari. Hal tersebut karena penyediaan sarana transportasi publik tersebut yang diharapkan dapat memecahkan masalah kemacetan di perkotaan, tidak didukung dengan pelayanannya yang baik dan tidak aksesibel. Berdasarkan best practice yang diperoleh dari Singapura, penyediaan sarana transportasi publik haruslah aksesibel dan saling terintegrasi dengan pusat-pusat aktivitas yang ada selain perlunya peningkatan pelayanan dalan armada transportasi tersebut. Maka diharapkan perlu adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah khususnya dari dinas-dinas terkait untuk lebih memperhatikan kondisi sarana transpotasi publik di Indonesia demi meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, penyediaan sarana prasarana perkotaan seperti transportasi publik juga tetap harus mempertikan kebutuhan masyarakat difabel. Saat ini di Indonesia khususnya di Jakarta dan Sematang, ketersediaan Informasi dan aksesibilitas bagi kaum difabel masih sangat terbatas. Kepedulian untuk menerapkan aturan standar pelayanan publik untuk kaum difabel masih sangat rendah. Padahal, setidaknya harus ada fasilitas kemudahan di bandara, stasiun, dan terminal untuk penyandang disabilitas bahkan di jalan-jalan umum seperti pedestrian ways. Tidak adanya kepedulian dari pemerintah untuk membangun dan menyediakan akses khusus bagi kaum difabel justru menunjukkan tidak adanya penerapan konsep livable city. Kepedulian justru datang dari orang-orang yang notabene bukan bagian dari birokrat. Pemerintah seharusnya member perhatian lebih dengan memfasilitasi masyarakat difabel agar tidak lagi dianggap sebagai kaum minoritas dan dapat beraktivitas seperti masyarakat lainnya.
Swasta
Perlunya dilakukan kerjasama dengan sektor swasta dalam pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial perkotaan khususnya dalam pengelolaan sarana rekreasi. Fasilitas rekreasi merupakan salah satu komponen penting yang seharusnya disediakan pada suatu kota, berupa taman, playground, objek wisata, dan lain sebagainya, yang dapat diakses oleh berbagai jenis kelompok usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, hingga orang yang telah berusia lanjut. Tempat-tempat rekreasi yang saat ini ada di Jakarta maupun di Semarang perlu dikelola lebih baik lagi dengan kerjasama yang dilakukan dengan pihak swasta untuk lebih mendatangkan benefit bagi kedua belah pihak. Pengelolaan sarana rekreasi yang baik dengan ditunjang penyediaan sarana prasarana publik yang saling terintegrasi tentu akan menambah nilai jual perkotaan dan menjadi potensi tersendiri untul lebih menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.
Masyarakat
Terwujudnya kenyamanan di Indonesia tidak hanya hasil usaha dari pemerintah dan swasta namun juga adanya dukungan dari masyarakat. Perlunya dukungan masyarakat untuk ikut mensukseskan proyek-proyek pembangunan yang ada menjadi kunci sukses pembangunan di Indonesia. Perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kota juga menjadi faktor pendukung terciptanya kenyamanan hidup di perkotaan. Sehingga peran masyarakay dalam bersosialisasi dan berinteraksi sangat diperlukan dalam peningkatan fungsi ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia.
*TULISAN DISALIN DARI LAPORAN TUGAS BESAR KKL SINGAPURA-MALAYSIA ANGKATAN 2007 TAHUN 2010
Kamis, 20 Agustus 2009
latian coreeelku - part 1
Kamis, 28 Mei 2009
After Ekskursi Praswil
TAPAK KERE HORE
DENSKO !
Selasa, 05 Mei 2009
PANIK !
Minggu, 03 Mei 2009
BRT (Bus Rakmang diTunggu)
tapi yaaaa, walaupun dikata gak mauu kalah saing, tetep aja tuh banyak kekurangannya. Contoh:
petugas Damri yang kebetulan ada disana berinisiatif minjem bangku kayu dari pos satpam terdekat
gak jelas deh ini tuh pintu masuk apa pintu keluar
mana ada coba halte busway yang penumpangnya bisa nongkrong bebas kayak gini di jalur keluar masuk pintu buswaynya?
trus kalo kayak gini, siapa yang harus disalahi cobaaaaaaa?
pemerintah yang gak siap, warga yang amat sangat terlalu bersemangat menyambut BRT, supir busnya yang harus ngepasin pintu masuk bis sama halte sambil treak treak, atau BRTnya yang gak punya petugas jaga pintu?
dimaklumin aja kali yaa. maklum baru pertama. maklum kerjanya gak maksimal. maklum semarang emang blum siap disejajarkan dengan jogja dan jakarta :(
Selasa, 22 Juli 2008
KAMI ADALAH ANAK ANAK SPESIAL DENGAN KEHEBATAN LUAR BIASA
Hari rabu Tanggal 16 Juli 2008. hari itu gue dan penghuni kelas ekstensi 2007 lainnya resmi libur (kalau gga mau dibilang meliburkan diri). Aturan sih liburnya udah dari hari terakhir ujian kmaren..cuman kan karena ada deadline tugas maket di hari senin, jadi tetep gga bisa beranjak kmana mana.
Oke! Laporan tugas besarnya dikumpulin hari selasa dan ujian hari rabu. Masih agak terasa ngeganjel gimanaaaa gitu.
Artinya=tugas gue sebagai koordinator mata kuliah sistem informasi perencanaan 2007 belumlah usai.
seperti kejadian yang udah udah ada, kelas gua tuh baru akan ngerjain laporan menjelang deadline. Sebodo deh kalu misalnya tuh tugas dikasinya setahun yang lalu. Kalau misalnya deadlinenya hari ini, ya tetep aja ngerjainnya dua hari sebelumnya. Dan itu gga cuman terjadi dalam satu tugas atau satu mata kulah aja looh. Tapi di semua tugas dan semua mata kuliah yang kita tempuh.
Coba gue rekap bentar deh..
KEHEBATAN ANAK EKSTENSI 1.
Tugas GPS. (Global Postioning System).Mata kuliah intepretasi ruang. Tugasnya tuh nentukinn rute pake alat GPS. Jadi kita survey ke suatu daerah sambil nentuin 200 titik make GPS sebagai rute perjalanan kita. Pake panduan peta juga. Aturannya tugas ini tuh selesai dalam 2 minggu. Seminggu untuk survey yang seminggu lagi buat bikin laporannya. Kalau mau tertib sih waktu dua minggu itu pas, nggak lebih nggak kurang buat tugas ini dapet nilai setidaknya B laah. Lah, dasar kelas gue, waktu survey ape berhari hari. Giliran udah slesai survey, data yang di GPS juga gga segera dipindahin ke komputer buat diolah jadi laporan. Yang ada waktu itu deadline hari senin, eh 6 kelompok yang ada baru start semua bikin laporan hari minggunya. Kebayang dong gimana gokilnya ngerjain laporan segitu tebel dalam semalam. Nggak Cuma laporan looh, plus petanya juga..weleh weleh. Kerja ekstra bener dahh..malemnya saat semua sedang bergadang ,ada yang di kos de'en, ada yang di kos erwin, ada yang di rumah tya ada juga yang di rumah yogi (ehem, yang di rumah yogi sampe ngangkut 9 komputer untuk ngerjain laporan 3 kelompok~yog jangan salahkan bila listrik di rumahmu njebluk), ada kabar buruk menghadang. Laporan harus dikumpulin jam 7 pagi.MBAHMU KEMPING! Masyaolooh... tapi bagaimanapun juga laporan itu selesai tepat jam 7 dan langsung dikumpulin ke mas satya. Gelo mah pokoknya. Mata ampe merem melek ngepasin 200 titik. Oke mamaku, belikan aku kacamata baru, sepertinya kadar minus di maya anakmu ini menigkat sangat drastis.
KEHEBATAN ANAK EKSTENSI 2.
Tugas kewirausahaan. Disuruh bikin proposal usaha. Dikasihnya sama pak ipep sih udah dari jaman jebot dulu. Pas pertama atau pas kedua tatap muka gitu. Eh gayanya kelas gue dulu minta waktu 2 minggu buat bikin tuh prposal, ternyata pak ipep minta tuh tugas dikumpulin seminggu sebelum uas. Artinya 4 bulanan setelah dikasihnya tugas itu. Dan kelas gue baru bergerak mencari masteran itu sehari sebelum dikumpulin. Mak lo peyang dah! Dikira bikin proposal usaha itu gampang apa? Tinggal bikin trus di ACC. Bikin usaha mah harus dipikirin mateng mateng dulu kali, jangan sampe baru setengah mateng uda asal ACC aja. Jalan menuju kebangkrutan terbuka lebar itu. Mbak dewi komting 2006 ajja ampe geleng geleng kepala pas gue ceritain kalu pas gue ketemu dia~sehari sebelom deadline~gue mikirin mau bikin usaha apa aja belom. Baru tau dia junior juniornya itu sakti mandraguna, tugas kayak beginian mah tibggal kedipin mata aja kelar mbak. Padahal kalau kata ceritanya dia, temen temennya dia tuh bikin proposal ampe heboh gitu. Ada yang bukin usaha toko coklat, mereka ampe praktek resep baru bikin coklat segala. Pokoknya beneran dipraktekin deh. Coba kalo kmaren gue kepikiran bikin usaha salon, masa iya gue harus belajar nyalon dulu. Dipermak jadi cewek bener dulu guenya atau jadiin aja gue bencong sekalian biar jadi capster yang berbakat. Waduh ternyata ribet sodara sodara. Akhirnya, dengan senyum senyum najong tanpa dosa, gue dengan polosnya minta masteran proposalnya dia. Niat banget yak mau nyonto...bilang aja males cha!!! 3 hari setelah itu, gue ketemu dia lagi, masih loh dia nanyain
’gimana cha proposal kamu?’
dengan bangganya gue jawab, ’hoho, rebes mbak. Cuma 6 halaman sih tapi full color.oke nggak?’
’ oh iyya iya,kmaren si aink juga cerita proposal kamu katanya covernya keren’
walah mbakyuu, jangan percayai juniormu ini. Percuma kalo covernya keren plus full color kalo isinya ngaco semua. Wuahahha.pak ipep.maaf proposalnya nggak berbentuk proposal. Lebih mirip karangan anak TK dengan bekgron kupu kupu warna pink. Imuuut kan proposal gue... dapet pujian loh dari mbak dewi,
’ih tapi kalian tuh hebat loh.canggih!’
I
Itu baru cerita dari 2 tugas yang ada, padahal masih ada segambreng tugas lagi yang dikerjakan dengan tekik yang sama lembur-satu-malam-tapi-hasil-kerja-rodi-satu-tahun. Bisakah kelas gue dikatakan hebat?
Gitu juga sama tugas laporan sip ini. Waaupun tiap minggu dikontrol ama asdos yang dimaksudkan biar teknik gue tidak diterapkan dalam tugas ini, tapi toh hasilnya sama aja. Selasa dikumpulin, ngerjainnya juga hari senen. Apalagi kormatnya gue. Wah, tambah nggak beres anak anaknya. Orang gue kormat aja kayak gini. Provakator sialan!! Saking nggak ngerti sama sekali tuh laporan sp mau dikerjain gimana, gue mrovokatorin anak anak biar gga pada ngerjain. ’udah, nggak usah ngerjain ajalah daripada pada nggak ngerti. Ngulangin aja sekelas taun depan bareng bareng’
yang ada gue disambut lemparan sepatu!
Ada juga sih yang pasrah kayak si etha ’toh ini emang belom jatahnya kita’
Emang sih, karena cecenguk cecenguk di kelas gue Ipnya diatas 2,5 semua atau nggak mau dibilang excellent class, kita dengan pede sejuta ngambil mata kuliah di semester 4. niatnya sih biar cepet selesai. Lah opo.. pertama kali masuk. Mata merem melek, ketap ketip, bengong, kepala diputar puter, gelang geleng, pandangan kosong~awas kesambet! Iyalah nggak ngerti itu pelajaran apa? Pake sok sokan lagi. Kepeden! Yang ada ini ni, ngerjainnya laporannya pada keteteran.
Tapi toh tetep aja pada akhirnya, semua tugas tugas yang ada d semester 2 ini, kami lalap sampai tuntas. Ibarat sambel, nggak ada satu biji lombok pun yang nggak kemakan. Tuntas sempurna. Eh bisa dikatakan sempurna nggak sih kalau pake teknik sama lembur-satu-malam-tapi-hasil-kerja-rodi-satu-tahun?
Hanya dosen dan Tuhan yang tau nak..
NB:Tugas gue sebagai kormat mata kuliah SIP resmi selesai pada hari Rabu, 16 Juli 2008 jam 1 siang. Waktu paling lama dari kormat kormat lai yang ada. Sape sampe perlu potong tumpeng untuk memberi selamat.Nyuruh gue jadi kormat lagi, perlu dipirkan secara matang. Ampe bosok sekalian kalau perlu...
Selasa, 10 Juni 2008
DEADLINE
masi sempet ngedit gga yya..
soalnya blog saya yang dulu chazchuz.blogspot.com gg bisa diedit..
lagi eror ni ah internetnya..
RELOKASI, antara ada dan tiada
maknyoss gga?
kelihatan menggugah minat gga judulnya?
harus dijawab dengan kata YA!
*hhe becanda pak boss
temanya si atentang relokasi pasar. terispirasi oleh pasar johar yang issuenya mau dibongkar trs pedagangnya mau dipindain soalnya uda amat sangat semrawut
bener jugga si tapi, uda mengganggu pemandangan jalan para pedagangnya, pasarnya jadi keliatan kumuh trus gga teratur. gga bisa nyalain para pedagang juga si. mereka kan emang niat nyari duit dengan jualan, masa orang mau nyari duit dengan cara halal dilarang?
komentar saya tentang tugas ini?
SERU!
tapi gga ada kemajuan nih di kelompok saya..
ada deng ada..
kelompok saya terakhir baru selese asistensi buat poster..
hasilnya? masih perlu banyak yang diperbaiki. katanya bu nurini emphasisnya kurang. hayoo..tau emphasis gga?
intinya emphasis tuh ada penekanan. jadi kesalahan di poster kelompok saya tuh gga ada satu gambar besar yang menjadi pusatnya..
sony! kerja hayoo bikin poster lagi..
*hhe
ndak deng..ntar saya bantuin koo..
bedewe..
besok kamis kayaknya mau shooting nih saya. bukan buat adegan saya sih, saya cuman merangkap tukang shooting alias yang pegang handycam. yang suting sih si sony yang jadi peran utama, sekertaris si hesto, pegawai si etha ma pak boss besar si adhit
ahyhoww..saya blun crita yah film saya itu gimana?
jadi gini, ceritanya tuh si sony dapet tugas buat merelokasi sebuah pasar. tapi para pedagang di pasar tersebut yang akan diperankan dengan sangat apik oleh dandy, lala, erwin si kuli dan adi si preman, itu gga setuju. maka terjadilah percecokan, sampe jotos jotosan! seru deh bakalannya tapi endingnya yang mujarab! tunggu ajja..
nha trus saya jadi apa?
saya ceritanya jadi anggota LSM yang peduli dengan nasib para pedagang..
canggih yaa..
mudah mudahan besok beneran deh peduli..
udah duluah..
*chupz
terjangkit INSOMNIA akut!
saya tidak mengira kalau ternyata masuk planologi itu susah
tadinya saya itu gga tau jursan planologi itu tuh apa?
ngbahas tentang apa?
pelajarannya ngapain ajja?
trus ntar kalo da lulus mau jadi apa?
paling banter ngartiin planologi it sebagai "plantologi" jrusan tentang tanam menanam
ternyata sodara-sodara semua salah besar!
ternyata gga semudah yang dikira.
mangkanya benerkata pepatah, dont judge the book by its cover
tapi bodohnya, dimana mana yang namanya teknik itu susah mbakyuu..
semester kemaren sewaktu saya dan teman teman saya yang masih berupa cecunguk polos tak berdosa (pertama kali menyabet gelar mahasiswa), DIOSPEK!
beuuh,tau sendiri kan gimana tuh yang namanya masa penjajakan waktu kuliah.
harus pake atribut seragam lah tiap hari
harus kenal anak anak sat angkatan plus kakak kakak kelas dari yang angkatan dulu duluuu banget
harus sopan, gga boleh jajan kantin
deeste deeste deh
uda gitu kan ada tuhtugas tugas yang dikasi kakak kelas pra pelantikan.
itu aja aku ma temen temen bikinnya uda kayak mau muntah darah
njiplak peta, bikin makalah, paper, poster deste dester..
waktu itu, senior senior cuman bilang
"dek, ini tuh belum ada apa apanya. kalian itu masi semester 1. tugasnya belum terlalu banyak. coba nanti kaian kalau dah semester atas. tugasnya tuh udah berat banget. semester 2 tu lho dek, temen temen aku bayak yang nangis soalnya tugasnya banyak banget"
dan kata kata mujarab dari seorang kakak kelas itupun terbukti...
semester 2 sekarang..
neraka!
eh masih yang tingkat rendah deng, blom yang jahanam, itu mah ntar...
tugasnya banyaaak bangett!
deadlibne juga pada mepet!!
sampe sampe sekarang saya terjangkit insomnia akut nih gara gara beberapa hari gga tidur
serasa udah lupa yang namanya tidur..
takut ni ah kalau keterusan,kan kata orang tua tidak baikk..
*ih
betewe. mau tidur gag tidur gga ngaruh tuh sama berat badan saya. tetep ajja bulet. aturan kan kalo banyak kerja tidur dikir badan jadi kurus..ini mah enggak..
*chupz








